Jumat, 16 Maret 2012

Bahasa Indonesia Kelas IX


Pelajaran Bahasa Indonesia
untuk SMP/MTs Kelas IX

Tri Retno Murniasih, S.Pd.
Drs. Sunardi, M.Pd.
PUSAT PERBUKUAN
Departemen Pendidikan Nasional

Pelajaran
Bahasa Indonesia
untuk SMP/MTs Kelas IX
Penulis : Tri Retno Murniasih, S.Pd.
Drs. Sunardi, M.Pd.
Ilustrator : An-nisa S.
Ukuran Buku : B5 (17,6 cm X 25 cm)
Program : Pagemaker 7, Photoshop CS2, dan Corel Draw 12
Jenis Huruf : Palatino (11 pt.) dan Tahoma
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
Diperbanyak oleh ...
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-Undang
410
WIR WIRAJAYA, Asep Yudha

b Berbahasa dan bersastra Indonesia 3: untuk SMP/MTs kelas IX/
Asep Yudha Wirajaya, Sudarmawarti; editor Siti Aminah.—
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
viii, 254 hlm.: ilus.; 25 cm.
Bibliografi : hlm. 243-245
Indeks
ISBN 979-462-994-4
1. Bahasa Indonesia-Studi dan Pengajaran I. Judul
II.Sudarmawati III. Aminah, Siti
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat
dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan
Nasional, pada tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran
ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat
melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang
memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
34 Tahun 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak
cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk
digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down
load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh
masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga
penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh
Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih
mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun
sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan
sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah
buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu
ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami
harapkan.
Jakarta, Juli 2008
Kepala Pusat Perbukuan

Kata Sambutan

   Anak-anakku yang berbahagia, kalian tentu masih ingat pada peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda 1928. Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah yang mengantarkan kemerdekaan Indonesia dan menjadi awal disepakatinya Bahasa Indonesia sebagai bahasa Persatuan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berupaya agar bahasa Indonesia mampu menjalankan fungsi yang diembannya, baik sebagai bahasa persatuan, bahasa negara, bahasa pengantar dalam pendidikan, bahasa kebudayaan,
dan fungsi lainnya.
   Kita harus bangga terhadap bahasa Indonesia. Kebanggaan itu antara lain diwujudkan melalui kesadaran dan keterampilan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Buku ini
akan membimbing kalian untuk terampil berbahasa Indonesia serta memiliki kemampuan mengapresiasi sastra Indonesia. Pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas IX berisi deskripsi
materi Kompetensi Dasar (KD) yang disertai dengan contoh-contoh pendukung, soal, latihan yang disertai dengan pedoman penilaian, tugas, refleksi yang berguna sebagai perenungan terhadap materi
pembelajaran, rangkuman, dan uji kompetensi. Penyajian buku ini disesuaikan dengan kebutuhan berbahasa dan kebutuhan belajar kalian. Dengan tampilan yang menarik, buku ini dapat kalian
gunakan secara menyenangkan. Berlatihlah berbahasa dan masahlah kepekaan pikiran, perasaan, dan akal budi kalian agar menjadi anak yang santun dan berbudaya. Sudah barang tentu, peran aktif kalian
Bapak/Ibu guru, dan orang tua kalian akan sangat berperan dalam mendukung keinginan luhur tersebut.
   Anak-anakku, mari kita berbahasa dan bersastra Indonesia dengan baik, benar dan santun. Bahasa menunjukkan bangsa, adab dan budaya. Sastra mencerminkan kemurnian jiwa, kehalusan dan
keindahan rasa. Semoga dengan termpail berbahasa dan bersastra Indonesia kita dapat menjadi warga negara yang lebih mencintai tanah air dan budaya bangsa Indonesia. Cintai Indonesia dengan bangga berbahasa Indonesia. Jayalah Indonesia tercinta. Amin.
                                                                                                       
                                                                                                             Solo, Mei 2008
                                                                                                                           Penulis


Kata Pengantar ......................................................... iii
Daftar Isi......................................................................... iv
Unit 1 Pemerintahan
A. Mendengarkan Dialog Interaktif ....................................... 1
B. Berbicara untuk Menceritakan kembali secara lisan isi cerpen 5
C. Membaca Intensif untuk Membedakan Fakta dan Opini dalam
dalam Teks Iklan ............................................................ 12
D. Menuliskan Kembali dengan Kalimat Sendiri Cerita Pendek
yang Pernah Dibaca ........................................................ 16
Unit 2. Olahraga
A. Mengomentari Pendapat Narasumber dalam Dialog
Interaktif ....................................................................... 25
B. Menyanyikan Puisi yang Sudah Dimusikalisasi .................... 32
C. Membaca Memindai Indeks Buku ...................................... 35
D. Menulis Cerita Pendek ..................................................... 39
Unit 3 Harga Diri Bangsa
A. Menemukan Tema dan Pesan Syair yang Diperdengarkan ... 45
B. Menyanyikan Puisi yang Sudah Dimusikalisasi .................... 48
C. Menemukan Tema, Latar, Penokohan pada Cerpen-cerpen
dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen .................................. 50
D. Menulis Iklan Baris dengan Bahasa yang Singkat, Padat,
dan Jelas ....................................................................... 57
Unit 4 Kegiatan
A. Menganalisis Unsur-unsur Syair yang Diperdengarkan ........ 69
B. Mengkritik/Memuji Berbagai Karya (Seni atau Produk)
dengan Bahasa yang Lugas dan Santun............................. 72
C. Menganalisis Nilai-nilai Kehidupan pada Cerpen-cerpen
dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen .................................. 76
D. Meresensi Buku Pengetahuan........................................... 81

Unit 5 Pariwisata
A. Menganalisis Unsur-unsur Syair yang Diperdengarkan ........ 93
B. Melaporkan secara Lisan Berbagai Peristiwa dengan
Menggunakan Kalimat yang Jelas ..................................... 95
C. Menganalisis Nilai-nilai Kehidupan pada Cerpen-cerpen
dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen .................................. 100
D. Menyunting Karangan dengan Berpedoman pada
Ketepatan Ejaan, Tanda Baca, Pilihan Kata, Keefektifan Kalimat,
Keterpaduan Paragraf, dan Kebulatan Wacana ................... 105
Unit 6 Disiplin Waktu
A. Menyimpulkan Pesan Pidato/Ceramah/Khotbah yang
Didengar ....................................................................... 119
B. Berpidato/ Berceramah/ Berkhotbah dengan Intonasi
yang Tepat dan Artikulasi serta Volume Suara yang Jelas .... 124
C. Mengidentifikasi Kebiasaan, Adat, Etika yang Terdapat
dalam Buku Novel Angkatan 20-30 an .............................. 129
D. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen yang Sudah
Dibaca .......................................................................... 134
Unit 7 Pendidikan Nasional
A. Memberi Komentar tentang Isi Pidato/Ceramah/Khotbah ..... 147
B. Menerapkan Prinsip-prinsip Diskusi ................................... 149
C. Membandingkan Karakteristik Novel Angkatan 20-30 an .... 152
D. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Peristiwa Nyata ........... 156
Unit 8 Kesehatan
A. Menerangkan Sifat-sifat Tokoh dari Kutipan Novel yang
Dibacakan ..................................................................... 163
B. Membahas Pementasan Drama yang Ditulis Siswa.............. 167
C. Menemukan Gagasan dari Beberapa Artikel dan Buku
Melalui Kegiatan Membaca Ekstensif ................................. 172
D. Menulis Karya Ilmiah Sederhana dengan Menggunakan
Berbagai Sumber ........................................................... 177

Unit 9 Kegiatan Sekolah
A. Menerangkan Sifat-sifat Tokoh dari Kutipan Novel yang
Dibacakan ..................................................................... 183
B. Membahas Pementasan Drama yang Ditulis Siswa ............ 187
C. Mengubah Sajian Grafik, Tabel, atau Bagan Menjadi Uraian
Melalui Kegiatan Membaca Intensif ................................... 188
D. Menulis Teks Pidato/Ceramah/ Khotbah dengan
Sistematika dan Bahasa yang Efektif ................................. 193
Unit 10 Lingkungan
A. Menjelaskan Alur Peristiwa dari suatu Sinopsis Novel
yang Dibacakan .............................................................. 197
B. Menilai Pementasan Drama yang Dilakukan oleh Siswa ....... 199
C. Menyimpulkan Gagasan Utama suatu Teks dengan
Membaca Cepat ± 200 Kata per Menit .............................. 202
D. Menulis Surat Pembaca tentang Lingkungan Sekolah ......... 206


Unit I
Pemerintah



   Dialog interaktif merupakan bentuk tanya jawab antara pembawa acara dengan narasumber mengenai suatu topik tertentu. Dalam dialog interkatif pendengar atau pemirsa dapat terlibat secara lagsung untuk menanggapi atau bertanya kepada narasumber secara langsung. Dengan demikian topik yang dibahas akan semakin tajam dan mendalam. Narasumber dalam dialog biasanya lebih dari satu. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbagan informasi yang disajikan.
   Menceritakan kembali isi cerpen dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. Agar cerita yang disampaikan sistematis, sebelum bercerita terlebih dulu membuat kerangka cerita. Kerangka cerita dapat digunakan sebagai panduan dalam bercerita. Menceritakan kembali cerpen secara lisan harus memperhatikan penampilan, pelafalan, intonasi, kelancaran, menggunakan kalimat yang efektif dan komunikatif, disertai dengan gerakan yang wajar. Iklan merupakan pembeitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang ditawarkan melalui media. Informasi yang disampaikan dalam iklan dapat berupa fakta maupun opini. Fakta adalah sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta adalah suatu kenyataan yang kebenarannya tidak diragukan. Opini adalah sesuatu yang masih berupa pemikiran, pendapat atau gagasan. Opini dalam iklan berfungsi mempengaruhi pembaca agar tertarik terhadap barang atau jasa yang ditawarkan. Fakta dan opini dalam iklan dapat dibedakan dengan menganalis isi informasi itu. Jika informasi yang disajikan itu kenyataan, sungguh-sungguh ada atau terjadi, serta kebenarannya tidak dapat disangkal, maka informasi itu termasuk fakta.Sebaliknya jika informasi itu berupa gagasan atau pemikiran maka informasi itu merupakan pendapat.
   Menulis kembali isi cerpen yang pernah dibaca dapat dilakukan dengan menuangkan kembali isi cerpen dalam rangkaian cerita. Secara umum rangkaian cerita dalam alur meliputi : eksposisi atau paparan awal cerita, munculnya permasalahan, meningkatkannya konflik dalam cerita, konflik yang semakin kompleks, puncak konflik atau klimaks, dan penyelesaian cerita. Jika tahap-tahapan itu sudah dapat ditulis kembali, maka tahapan itu dapat dikembangkan menjadi cerpen dengan bahasa dan kalimat-kalimat yang baru.


Unit II
Olahraga

   Dialog interaktif merupakan bentuk tanya jawab antara pembawa acara dengan narasumber. Narasumber dalam dialog interaktif biasanya lebih dari satu orang. Dialog interaktif bisanya juga melibatkan pendengar atau pemirsa. informasi yang disampaikan dalam dialog dapt berupa informasi tersurat, tetapi tidak sedikit informasi tersirat yang disampaikan oleh narasumber. Informasi tersirat merupakan informasi tersembunyi dibalik informasi tersirat. Informasi yang disampaikan narasumber dalam dialog belum tentu semuanya dapat diterima begitu saja oleh pendengar atau pemirsa. Kita dapat memberikan tanggapan terhadap informasi yang disampaikan narasumber. Tanggapan dapat berupa penguatan atas informasi atau sebaliknya dapat juga berupa penolakan disetai dengan alasan atau bukti-bukti pendukung yang kuat. Musikalisasi puisi merupakan salah satu bentuk perkembangan karya sastra khususnya puisi. Musikalisasi puisi adalah membuat puisi ke dalam bentuk lagu. Sudah banya puisi- terkenal yang dibuat aransemen lagunya sehingga dapat dinyanyikan sebagaimana lagu. Membuat aransemen lagu sebuah puisi harus disesuaikan dengan isi puisi. Sehingga sebelum menyanyikan puisi sebelumnya harus didahului dengan kegiatan mehami dan menghayati isi puisi.
   Informasi dalam sebuah buku dapat dicari dengan cepat melalui teknik membaca memindai melalui indeks yang terdapat dalam buku. Biasanya buku buku yang tebal disertai dengan indeks. Indeks adalah daftar kata atau istilah  penting yang terdapat dalam buku, biasanya terletak di bagian akhir buku tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan. Dengan membaca memindai indeks dalam buku, informasi yang kita perlukan dapat dengan cepat kita temukan dalam buku.
    Cerpen merupakan cerita yang berbentuk singkat, padu dan ringkas, bahasanya tajam, sugestif dan menarik perhatian, serta memberikan efek tunggal dalam pikiran pembaca. Menulis cerpen dapat dilakukan dengan menulis cerita tentang peristiwa yang pernah dialami. Langkah-langkah menulis cerpen dapat dilakukan dengan menentukan tema, menentukan sudut pandang, membuat tokoh dan penokohan, menentukan latar, menyusun alur, kemudian diberi judul yang menar



Unit III
Harga Diri Bangsa

    Syair merupakan salah satu bentuk puisi lama. Unsur-unsur yang membangun syair tidak berbeda dengan unsur yang terdapat dalam puisi yaitu tema, nada, suasana, dan amanat. Tema, pesan dan relevansi isi syair dapat ditemukan setelah seluruh isi syair selesai didengar atau dibaca. Tema
adalah dasar cerita atau dasar pembicaraan. Tema dalam syair dapat dianalisis dari pokok pikiran yang terdapat dalam syair. Pesan adalah amanat yang akan disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar. Banyak lagu yang lirik syairnya memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah puisi, sehingga apabila lagu itu dibaca terdengar indah sebagaimana puisi. Pada perkembangannya banyak puisi yang dibuat arasemen musiknya menjadi sebuah lagu. Membuat aransemen lagu puisi butuh keterampilan
khusus. Menyanyikan puisi yang dimusiklaisasi dapat dilakukan dengan menggunakan iringan musik, baik iringan yang sederhana maupun iringan digital.
   Banyak karya sastra berbentuk cerita pendek atau cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku kumpulan cerpen. Buku kumpulan cerpen biasanya memuat cerpen-cerpen dari satu orang pengarang. Tema cerpen-cerpen dalam buku kumpulan cerpen itu tidak semuanya sama. Demikian halnya dengan
latar dan penokohannya tentu latar dan tokoh-tokoh antara cerpen yang satu dengan yang lainnya berbeda meskipun terdapat dalam satu buku yang sama. Tema, latar, dan penokohan dalam setiap cerpen dalam buku kumpulan cerpen tentu saja dapat ditunjukkan setelah satu persatu cerpen-cerpen itu selesai dibaca.
   Iklan merupakan informasi untuk mendorong, membujuk agar khalayak ramai tertarik dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang atau jasa yang dijual. Selain itu, iklan juga dapat berupa pemberitahuan, berisi lowongan kerja, atau berita keluarga. Iklan dapat ditemukan di media cetak, media elektronik maupun ditempat-tempat yang strategis. Iklan yang dimuat di koran jika dilihat dari ukurannya dapat dibedakan atas iklan kolom dan iklan baris. Iklan baris adalah iklan yang hanya terdiri atas beberapa baris saja dalam kolom. Karena terbatasnya jumlah baris dalam kolom yang disediakan, biasanya iklan penulisan iklan baris menggunakan singkatan singkatan untuk menghemat tempat dan tentu saja menghemat biaya untuk pemasangan. Meskipun hanya terdiri atas beberapa baris saja informasi yang disajikan harus lengkap sehingga memudahkan pembaca untuk memahami iklan yang ditawarkan. Selain itu, singkatan-singkatan yang digunakan harus mudah ditafsirkan atau dipahami oleh pembaca.

Unit IV
Kegiatan

    Syair merupakan salah satu bentuk puisi lama. Sebagai sebuah puisi, syair adalah sebuah struktur yang terdiri atas unsur-unsur pembangun. Unsur-unsur itu bersifat padu karena tidak dapat dipisah-pisahkan tanpa menggatikan dengan unsur yang lain. Unsur syair terdiri atas unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik syair terdiri atas baris-baris yang bersama-sama membangun bait-bait. Selanjutnya bait-bait itu membangun keseluruhan makna. Struktur fisik puisi memiliki kekhasan tersendiri dengan ciri-ciri yang melekat padanya. Sedangkan struktur batin puisi atau disebut unsur intrinsik meliputi tema, nada, suasana, dan pesan atau amanat. Unsur intrinsik puisi dapat ditemukan setelah keseluruhan isi syair didengarkan atau dibaca.
   Kritik dan pujian adalah sesuatu yang bertolak belakang. Pujian dapat menyenangkan dan membanggakan yang dipuji. Sebaliknya kritik sering membuat kecewa, bahkan marah bagi dikritik. Namun, keduanya sebenanrya dapat menjadi  pelecut untuk memperbaiki kelemahan dan menyempurnakan suatu hasil karya pada masa berikutnya. Kritik harus disampaikan dengan bahasa yang santun disertai alasan yang masuk akal agar dapat diterima oleh semua pihak dengan dada lapang dan hati tenang. Kritik tidak tidak boleh mengesampingkan kesantunan dalam berbahasa sebab kritik yang disampaikan dengan cara yang kurang baik dengan mengesampingkan sopan santun berbahasa dapat menyebabkan pihak yang dikritik kecewa, kesal bahkan marah. Untuk itu sekali lagi kritik harus disampaikan dengan bahasa yang santun, disertai alasan yang logis bahkan kalau perlu membantu mencarikan jalan keluarnya.
    Unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen meliputi tema, tokoh, karakter tokoh, alur, latar, serta pesan/amanat. Dalam cerpen dapat ditemukan nilai nilai kehidupan. Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen terdapat dalam pesan atau amanat. Pesan atau amanat dalam cerpen dapat disampaikan oleh pengarang secara langsung, melalui peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh, atau melalui percakapan-percakapan tokoh. Nilai-nilai kehidupan itu dapat berupa moral, agama, kejujuran, tanggung jawab, harga diri, tenggang rasa, dan lain-lain. Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen dapat ditemukan setelah seluruh isi cerpen selesai dibaca dan dipahami isinya.
    Resensi adalah ulasan atau pembicaraan tentang sebuah buku dengan
mempertimbangkan segala sesuatu yang terdapat dalam isi buku. Resensi buku juga dapat berarti kegiatan mengulas sebuah buku yang baru diterbitkan. Resensi buku bertujuan menunjukkan kepada pembaca mengenai buku yang diluncurkan apakah pantas mendapatkan sambutan atau sebaliknya. Dengan demikian resensi buku sangat membantu pembaca untuk memiliki atau tidak buku yang diterbitkan. Resensi berisi penilaian tentang kelebihan atau kelemahan sebuah buku, menarik atau tidaknya tampilan buku, kritikan atau dorongan kepada pembaca tentang perlu tidaknya buku itu dibaca, dimiliki atau dibeli. Resensi sering dimuat di surat kabar atau majalah.




Unit V
Pariwisata




  Melaporkan berarti memberitahukan sesuatu kepada orang lain. Laporan dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis. Laporan yang disampaikan secara tertulis reltif lebih mudah dibuat daripada laporan lisan, sebab dalam laporan tertulis masih ada tenggang waktu yang dapat digunakan untuk
berpikir dalam melaporkan kejadian-kejadian atau peristiwa yang terjadi. Laporan secara lisan dapat dilakukan dengan mencatat garis besar peristiwa. Agar laporan yang kita sampaikan dapat ditangkap isinya dengan mudah, laporan harus disampaikan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang
efektif dan komunikatif. Agar laporan yang disampaikan lengkap dan rinci laporan dapat disampaikan dengan berpedoman pada 5W = 1H (what, when, where, who, why, how). Banyak kejadian, peristiwa, atau kegiatan penting yang dapat dilaporkan secara lisan, misalnya kegiatan karya wisata, kegiatan
lomba, peristiwa hangat di sekolah dan lain-lain. Unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen meliputi tema, tokoh, karakter tokoh, alur, latar, serta pesan/amanat. Nilai-nilai kehidupan dapat ditemukan
cerpen. Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen terdapat dalam pesan atau amanat. Pesan atau amanat dalam cerpen dapat disampaikan oleh pengarang secara langsung, melalui peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh, atau melalui percakapan-percakapan tokoh. Nilai-nilai kehidupan itu dapat berupa moral,
agama, kejujuran, tanggung jawab, harga diri, tenggang rasa, dan lain-lain. Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen dapat ditemukan setelah seluruh isi cerpen selesai dibaca dan dipahami isinya.
   Menyunting artinya menyiapkan naskah siap cetak atau siap diterbitkan dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa. Penyuntingan segi bahasa meliputi ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, kepaduan pragraf, dan kebulatan wacana. Kegiatan menyunting
merupakan tahap yang cukup penting dalam menulis karangan. Kesempurnaan karangan dapat dilakukan melalui tahap penyuntingan



Unit VI
Disiplin Waktu




Teknik berpidato meliputi 1) metode impromptu, yaitu metode pidato yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya persiapan sama sekali. 2) metode ekstemporan, yaitu pidato dilakukan tanpa adanya naskah pidato, akan tetapi pembicara masih mempunyai kesempatan untuk membuat kerangka isi pidato. 3) metode membaca naskah, biasanya dilakukan untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan resmi: pidato kenegaraan, pidato sambutan peringatan hari besar nasional, dan lain-lain 4) Metode menghafal, yaitu
pembicara memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan, membuat naskah, dan menghafalkan naskah. Karya sastra yang diciptakan pada masa sekarang jelas berbeda dengan karya sastra yang diciptakan pada tahun 20-an atau 30-an. Kebiasaan, adat,
dan etika yang dilukiskan di dalamnya merupakan penggambaran situasi pada masa itu. Dengan demikian kebiasaan, adat, etika, dan pola pikir tokoh-tokohnya tentu berbeda dengan novel yang diciptakan pada sekarang. Namun demikian tentu saja masih banyak juga adat, kebiasaan, etika dan pola pikir masa itu yang masih relevan dengan situasi sekarang. Cerpen dapat diubah ke dalam bentuk drama, sebaliknya naskah drama
dapat juga diubah menjadi prosa. Pengubahan bentuk prosa ke dalam bentuk drama dapat dilihat dalam tayangan film atau sinetron yang banyak diangkat dari novel. Pengubahan bentuk sastra ini dapat dilakukan dengan memahami isinya. Naskah drama ditulis dalam bentuk dialog atau percakapan antarpelaku. Naskah drama ditulis untuk dipentaskan atau dipanggungkan. Karena naskah drama ini dipentaskan, maka percakapan lebih banyak
dibandingkan ceritanya.





Unit VII
Pendidikan Nasional




   Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Ceramah merupakan pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar yang membicarakan suatu hal. Sedangkan Khotbah adalah pidato terutama yang menguraikan tentang ajaran agama. Dari pengertian-pengertian itu dapat disimpukan bahwa antara pidato, ceramah dan khotbah pada dasarnya memiliki persamaan yaitu pengungkapan pikiran di hadapan orang banyak melalui ujaran dengan caracara tertentu. Isi pidato dapat disimpulkan dengan cara mencatat hal-hal penting isi pidato kemudian menyimpulkannya. Teknik berpidato meliputi 1) metode impromptu, yaitu metode pidato yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya persiapan sama sekali. 2) metode ekstemporan, yaitu pidato dilakukan tanpa adanya naskah pidato, akan tetapi pembicara masih mempunyai kesempatan untuk membuat kerangka isi pidato. 3) metode membaca naskah, biasanya dilakukan untuk menyampaikan
pernyataan-pernyataan resmi: pidato kenegaraan, pidato sambutan peringatan hari besar nasional, dan lain-lain 4) Metode menghafal, yaitu pembicara memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan, membuat naskah, dan menghafalkan naskah. Karya sastra yang diciptakan pada masa sekarang jela berbeda dengan karya sastra yang diciptakan pada tahun 20-an atau 30-an. Kebiasaan, adat, dan etika yang dilukiskan di dalamnya merupakan penggambaran situasi pada masa itu. Dengan demikian kebiasaan, adat, etika, dan pola pikir tokoh-tokohnya tentu berbeda dengan novel yang diciptakan pada sekarang. Namun demikian tentu saja masih banyak juga adat, kebiasaan, etika dan pola pikir masa itu yang masih relevan dengan situasi sekarang. Cerpen dapat diubah ke dalam bentuk drama, sebaliknya naskah drama dapat juga diubah menjadi prosa. Pengubahan bentuk prosa ke dalam bentuk drama dapat dilihat dalam tayangan film atau sinetron yang banyak diangkat dari novel. Pengubahan bentuk sastra ini dapat dilakukan dengan memahami isinya. Naskah drama ditulis dalam bentuk dialog atau percakapan antarpelaku. Naskah drama ditulis untuk dipentaskan atau dipanggungkan. Karena naskPidato, ceramah atau khotbah adalah bentuk pengungkapan pikiran di
hadapan orang banyak melalui ujaran dengan cara-cara tertentu. Isi pidato dapat disimpulkan dengan cara mencatat hal-hal penting isi pidato kemudian menyimpulkannya. Isi pidato dapat dikomentari melalui pentingnya isi pidato untuk diamalkan atau diterapkan dalam kehidupan, apa manfaat yang dapat
diperoleh jika mengamalkan isi pidato itu, dan lain-lain
   Diskusi kelompok adalah bentuk tukar pikiran dalam musyawarah yang direncakan atau dipersiapkan antara dua orang atau lebih tentang topik tertentu dengan dipandu oleh seorang pemimpin atau pemandu diskusi. Diskusi kelompok juga sering disebut sebagai percakapan terpimpin.Diskusi kelompok dilakukan untuk mencari pemecahan masalah, menampung pendapat, pandangan, saran dari peserta diskusi.
Tata cara dalam Melaksanakan Diskusi Kelompok
a. Pemandu membuka diskusi.
b. Pemandu mengemukakan masalah yang akan dibicarakan dalam
disukusi.
c. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh pemandu.
d. Kemungkinan pemecahan masalah dalam diskusi dengan beradu
argumen antarpeserta dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab.
e. Mempertimbangkan baik buruk semua argumen yang mengemuka, kemudian mencapai kata mufakat untuk menghasilkan putusan diskusi. Jika tidak tercapai kata mufakat dalam diskusi, putusan diskusi dapat dilakukan denga pengambilan suara terbanyak atau voting.
f. Pemandu menutup diskusi dengan mengemukakan hasil diskusi, menyampaikan harapan-harapan, dan diakhiri dengan salam penutup. Karakteristik novel angkatan 20-an dan 30-an dapat kita bandingkan
dengan novel masa kini. Novel angkatan 20-an dan 30-an lahir dalam masyarakat lama, yaitu masyarakat yang masih sederhana dan terikat dengan adat-istiadat. Karya sastra modern atau baru adalah sastra yang sudah dipengaruhi oleh budaya barat atau asing. Kedua karya sastra itu dapat
dibandingkan setelah membaca dan mencermati isinya. Naskah drama dapat dibuat atau ditulis berdasarkan peristiwa nyata yang terjadi di sekitar lingkunagn kita.
Langkah-langkah Menulis Naskah Drama
a. Menentukan tema.
b. Menciptakan setting / latar.
c. Menciptakan tokoh.
d. Menciptakan dialog antartokoh.
e. Menciptakan teks samping .
f. Menulis serangkaian adegan dalam draft sehingga membentuk alur.
g. Menyunting draft awal, kemudian menulis naskah drama berdasarkan
draft .ah drama ini dipentaskan, maka percakapan lebih banyak
dibandingkan ceritanya.

Unit VIII
Kesehatan

  Tokoh dalam novel diciptakan pengarang dengan sifat-sifat yang yang melekat pada diri tokoh. Persoalan yang muncul dalam cerita disebabkan oleh perbedaan karakter tokoh di dalamnya. Bermula dari perbedaan karakter itu permasalahan mengemuka hingga terjalin rangkaian peristiwa. Pelukisan sifat-sifat tokoh dalam novel dapat digambrakan melalui beberapa cara, yaitu: penggambaran secara langsung, secara langsung dengan diperindah, melalui pernyataan atau perkataan tokoh itu sendiri, melalui dramatisasi, melalui pelukisan terhadap keadaan sekitar pelaku, melalui analisis psikis pelaku, melalui dialog pelaku-pelakunya. Berdasarkan sifat yang dimiliki yang dapat menimbulkan konflik, tokoh-tokoh dalam novel terdiri atas tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki sifat baik yang mendukung jalannya cerita. Tokoh protagonis mampu mendatangkan simpati dari pembaca. Tokoh antagonis merupakan kebalikan dari tokoh protagonis, yaitu tokoh yang menentang arus cerita. Unsur pementasan drama meliputi tokoh, karakter tokoh, alur, latar atau setting (digambarkan dengan tata lampu, tata suara, tata letak, background), tema, pesan/amanat. Pementasan drama dapat dibahas melalui unsur-unsurnya dengan menunjukkann kelebihan atau kekurangan masing-masing unsur. Membaca ekstensif adalah kegiatan membaca dengan jangkauan luas untuk menemukan gaagasan pokok teks bacaan. Untuk menemukan gagasan pokok dari artikel dan buku diperlukan cara yang efektif dan tepat dalam membaca.
   Karya ilmiah adalah tulisan hasil berpikir ilmiah. Proses berpikir ilmiah terdiri atas identifikasi masalah, pembatasan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis, dan penarikan simpulan. Banyak ragam dan jenis tulisan yang termasuk karya ilmiah, misalnya makalah, artikel penelitian, artikel ilmiah populer, buku diktat modul, , atau buku pelajaran. Pada dasarnya karya tulis ilmiah terdiri atas dua bagian utama, yaitu bagian tubuh dan pelengkap.

Unit IX
Kegiatan Sekolah




   Pelukisan sifat-sifat tokoh dalam novel dapat digambrakan melalui beberapa cara, yaitu: penggambaran secara langsung, secara langsung dengan diperindah, melalui pernyataan atau perkataan tokoh itu sendiri, melalui
dramatisasi, melalui pelukisan terhadap keadaan sekitar pelaku, melalui analisis psikis pelaku, melalui dialog pelaku-pelakunya. Unsur pementasan drama meliputi tokoh, karakter tokoh, alur, latar atau setting (digambarkan dengan tata lampu, tata suara, tata letak, background), tema, pesan/amanat. Pembahasan pementasan drama dapat dilakukan
dengan menganalisis unsur-unsurnya. Grafik, tabel, atau bagan yang menyertai teks bacaan berfungsi
memperjelas isi wacana. Pidato adalah penyampaian gagasan, pikiran, informasi dari pembicara kepada khalayak ramai. Salah satu tujuan berpidato adalah meyakinkan pendengar tentang isi pidato yang disampaikan. Agar dapat berpidato dengan lancar dan runtut sebelumnya perlu disipakan naskah pidato.



Unit X
Lingkingan




   Novel atau cerpen terdiri atas unsur-unsur pembangun yang terdapat dalam cerita itu sendiri. Unsur-unsur itu meliputi tema, tokoh, karakter tokoh, alur, latar, serta pesan atau amanat. Alur
adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita. Melalui rumitan ke arah klimaks dan selesaian. Menilai pementasan drama berarti menghargai pementasan dengan melihat kelebihan dan kekurangan unsur-unsur yang menonjol dalam pementasan itu.
   Pada era teknologi, informasi, dan komunikasi seperti sekarang informasi dapat diperoleh dari berbagai media, baik cetak mapun dari media elektronika. Untuk dapat memperoleh informasi tersebut
sebanyak-banyak diperlukan suatu kemampuan membaca bagi pencari berita, yaitu kemampuan membaca cepat. Surat pembaca adalah surat yang ditulis oleh pembaca yang dimuat dalam surat kabar/koran, majalah yang berisi tanggapan, saran, keluhan, ajakan, imbauan, ucapan terima kasih dan lainlain. Surat pembaca merupakan surat terbuka yang isinya dapat dibaca oleh siapa saja serta dapat ditujukan kepada lembaga, pemerintah, perusahaan, kantor, peorangan, kelompok, atau
organisasi.

Daftar Pustaka

Akhadiah, Sabarti; Maidar G. Arsjad, dan Sakura H. Ridwan.
1991. Pembinaan Kemampuan Menulis. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Alwi, Hasan. dkk..(Ed.) 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Asmara, Adhy. 1983. Apresiasi Drama. Yogyakarta: Nur
Cahaya.
Dahlan, M.D. (Ed.) 1990. Model-Model Mengajar. Bandung: CV
Diponegoro.
Depdikbud. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Depdiknas. 2002. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah:
Konsep Dasar Jakarta: Direktorat SLTP Ditjen Dikdasmen
Depdiknas.
Depdiknas. 2003. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka.
_______. 2003. Pedoman Umum Pembentukan Istilah: Jakarta:
Balai Pustaka.
_______. 2003. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and
Learning). Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan
Pertama Ditjen Dikdasmen Depdiknas.
DePorter, Bobbi, Mike Hernacki. 2000. Quantum Learning:
Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan.. Bandung:
Penerbit Kaifa.
Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Semantik 1 dan 2. Bandung:
Eresco.
Effendi, S. l978. Bimbingan Apresiasi Puisi. Ende Flores NTT:
Penerbit Nusa Indah.
Haryadi dan Zamzani. 1997. Peningkatan Keterampilan
Berbahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.
214
Iskandar, Nur Sutan. 2002. Jakarta. Salah Pilih. Jakarta. Balai
Pustaka
Jumariam, Meity T. Qodratillah, dan C. Ruddyanto. 1995.
Pedoman Pengindonesia Nama dan Kata Asing. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Keraf, Gorys. 1985. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.
_______. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta:
Grasindo.
_______. 2000. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
_______. 2001. Komposisi. Semarang: Bina Putra.
Lie, Anita. 2005. Cooperative Learning: Mempraktikkan
Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta:
Gramedia Widiasarana.
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa
dan Sastra. Yogyakarta: PT BPFE Yogyakarta.
Sugono, Dendy. 2002. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta:
Puspa Swara.
_______. 2003. Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern. Jakarta:
Pusat Bahasa.
Suwandi, Sarwiji. 2003. “Peranan Guru dalam Meningkatkan
Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan
Kurikulum Berbasis Kompetensi” Makalah disajikan dalam
Kongres Bahasa Indonesia VIII yang diselenggarakan oleh
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Hotel
Indonesia Jakarta, 14—17 Oktober 2003.
_______. 2004a. “Penilaian Berbasis Kelas dalam Pembelajaran
Bahasa Indonesia.” makalah disajikan pada Konferensi
Linguistik Nasional yang diselenggarakan Unika Atmajaya
Jakarta.
_______. 2004b. “Penilaian Portofolio dalam Pembelajaran
Bahasa Indonesia.” Makalah disajikan pada Seminar
Nasional Pembelajaran Bahasa yang diselenggarakan
Program Pascasarjana UNS.
_______. 2006. “Model-Model Pembelajaran Inovatif: Upaya
Mengefektifkan Pembelajaran Bahasa Indonesia” makalah
disajikan pada Work-Shop yang diselenggarakan LPMP
Prov. Jateng.
215
Tarigan, Henry Guntur. 1986. Membaca sebagai Suatu
Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
_______. 1986. Pengajaran Semantik. . Bandung: Angkasa.
Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta
Erlangga
_______. 2001. Pengkajian Sastra Rekaan. Salatiga: Widyasari
Press.
_______. 2002. Apresiasi Puisi. Jakarta: Gramedia.
Widyamartaya, A. dan V. Sudiati. 2004. Kiat Menulis Esai
Ulasan. Jakarta: Grasindo.
Zaini, Hisyam, Bermawy Munthe, dan Sekar Ayu Aryani. 2007.
Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD IAIN
Sunan Kalijaga.
SUMBER BAHAN
Ahmad Tohari.2005. Senyum Karyamin.Jakarta: Gramdedia
Pustaka Utama.
Alisjahbana, Sutan Takdir. 2004. Puisi Lama. Jakarta: Dian
Rakyat
Bobo No. 52/XXIX Selasa, 7 Maret 2006
Dini, N.H. 1986. Pertemuan Dua Hati.
_______..2004. Pada Sebuah Kapal.Jakarta: Gramedia.
Hamka. 1985. TenggelamnyaKapal VanDerWijck. Jakarta: Bulan
Bintang
HTTP://KUMPULAN-CERPEN.BLOGSPOT.COM/
http://rosda.co.id/index.php?info=resensi&resensi=43
Horizon, No. 9, September 1981
Intisari, Januari 2001
Iskandar, Nur Sutan. 2002. Salah Pilih. Jakarta. Balai Pustaka.
_______.2001. Hulubalang Raja. Jakarta: Balai Pustaka.
Rusli, Marah. 2004. Sitti Nurbaya. Jakarta: Balai Pustaka.
Jawa Pos, 24 September 2007
Jawa Pos, 15 Maret 2008
Kompas, 3 Maret 2007
Kompas, 20 Februari 2007
216
Margaret. 2005. Guru Gue Keren. Jakarta: Gagas Media.
Nova Nomor 828/XII, 11 Januari 2004
Republika, 22Oktober 2002
Republika, 18 Mei 2007
Seputar Indonesia, 15 Agustus 2007
Seputar Indonesia, 19 Februari 2008
Solo Pos, 21 Februari 2005
Suara Karya, 23 Juli 2006
Suara Karya, 13 Januari 2007
Suara Karya, 10 Oktober 2004
Tri Budhi Sastrio, Tri Budhi. 2002. Planet Bumi Kedua (Seri I
Kumpulan 15 Cerpen Fiksi Ilmiah). Surabaya:
_______. 2002. Planet Di Laut Kita Jaya (Seri I Kumpulan 15
Cerpen Perjuangan). Surabaya:
Trubus, 2 Oktober 2006
SUMBER GAMBAR TEMATIK
1. Unit 1 Pemerintahan:http://alutsista.blogspot.com/
2. Unit 2 Olahraga : http://www.rstelogorejo.com/images/
hutyji_18_11_2007_4.jpg:
3. Unit 3 Harga Diri Bangsa www.presidenri.go.id/
imageGalleryD.php/1469.jpg
4. Unit 4 Kegiatan :http://images.google.co.id/images?q=O
Rang+pidato&gbv=2&n dsp=20&svnum=10&h l=id
&start=0&sa=N
5. Unit Pariwisata: http://images.google.co.id/
images?gbv=2&svnum=10&hl=id&q=Pesawat+angkasa
6. Unit 6 Disiplin Waktu: http://www.dmc.dephan.go.id/
i m a g e / k e s r a / 2 0 0 6 / f e b r u a r i /
060206%20menhan%20ceramah.jpg
7. Unit 7 Pendidikan Nasional: http://images.google.co.id/
images?hl=id&q=Dokter+Soetomo&gbv=2
8. Unit 8 Kesehatan: http://www.geni-stove.com/sfc20.jpg
9. Kegiatan Sekolah: http://www.mompark.hu/
foto_news/wellness/Aerobik.jpg
10. Unit 10 Lingkungan: newry.files.wordpress.com/2007/
06/pinetree_61.jpg




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar